Senin, 12 Desember 2011

Mengenal Mesin-Mesin Penjahitan

Mesin-mesin penjahitan terutama mesin jahit (dengan berbagai spesifikasi dan penggunaannya) adalah ibarat sebuah jantung dalam tubuh manusia, karena itu industri pakaian jadi atau garmen setidaknya bergantung kepada teknologi yang ada pada mesin-mesin tersebut. Pada tahun 1980-an hingga 1990-an, mungkin dari kita belum menjumpai jenis-jenis mesin khusus yang digunakan sebagai mesin pokok dalam industri pakaian, tetapi saat ini berbagai jenis-jenis mesin penjahitan dengan teknologi yang terbaru dan modern tersebut semakin melengkapi akan kebutuhan suatu desain produk pakaian.

Dulu, industri konveksi atau garmen hanya menggunakan mesin jahit biasa (lockstitch rumah tangga) atau mesin high speed dan mesin obras (overlock), maka kini mesin-mesin penjahitan yang digunakan sebagai tiang dalam industri konveksi maupun garmen bermacam-macam jenisnya. Untuk itu, pada pembahasan kali ini akan kita perkenalkan satu per satu jenis mesin yang biasa digunakan di industri tersebut.

  1. Mesin Jahit Jarum Satu (High Speed, 1 Needle, Lockstitch Machine)
    Mesin ini menghasilkan jahitan dengan tipe jeratan kunci (lockstitch) dan digunakan untuk menjahit semua jenis pakaian dengan jenis kain tipis, sedang, dan tebal.

    Sumber Gambar : Juki.co.jp | Model Product : DDL-8700L

    Mesin ini mempunyai kecepatan 4000 sti/min atau antara 4000 - 5500 jpm. Tipe jarum yang digunakan adalah DB x 1 atau DB×1 #16~#23.
  2. Mesin Jahit Jarum Dua (High Speed, 2 Needle, Lockstitch Machine)
    Mesin ini digunakan untuk menjahit semua jenis kain dengan kecepatan 2000 rpm atau di atas 3500 jpm. Tipe jarum yang digunakan adalah DP x 5 atau berukuran 135×17 (Nm160) Nm125~Nm180.

    Sumber Gambar : Juki.co.jp | Model Product : LU-1565N
  3. Mesin Jahit Lockstitch High Speed Satu Jarum dilengkapi dengan Pisau Pemotong Tepi (High Speed, 1 Needle, Lockstitch Machine with Edge Trimmer)
    Mesin ini digunakan untuk menjahit komponen sekaligus merapikan tepi dengan pisau pemotong pada mesin jahit. Mesin ini dapat digunakan untuk jahit kerah, kaki kerah, dan lain sebagainya. Mesin ini mempunyai kecepatan di atas4500 jpm. Tipe jarum yang digunakan adalah DB x 1.

    Sumber Gambar : Internet | Merk Product : Sakura
  4. Mesin Jahit Lockstitch dengan Pemotong Benang Otomatis dan Pendeteksi Tepi Kain (Lockstitch Machine with Automatic Thread Trimmer and Cloth Edge Detector)
    Mesin ini digunakan untuk menjahit komponen yang memerlukan ketelitian tinggi, seperti pada pasang kantong, jahit kerah, manset, dan lain sebagainya. Mesin ini mempunyai kecepatan kurang lebih 4000 jpm atau 3000 rpm. Tipe jarum yang digunakan adalah DB x 1 atau berukuran 134×35R (Nm140) m110~Nm160. Mesin ini juga mempunyai spesifikasi untuk mengatur program penyimpanan, program langkah, dan jumlah jeratan.
  5. Mesin Jahit Pasang Ban Pinggang (Lockstitch Waistband Sewing Machine with Cloth Puller)
    Mesin ini digunakan untuk memasang ban pinggang pada celana, seperti jeans, celana santai, dan lain sebagainya. Mesin ini memiliki jumlah jarum yaitu 2 dan 4 jarum. Mesin ini memiliki kecepatan kurang lebih 5000 rpm. Tipe jarum yang digunakan adalah DV×57 atau yang berukuran (#21) #18~#25.

    Sumber Gambar : Juki.co.jp | Model Product : MH-1410
  6. Mesin Bordir (Embroidery Sewing Machine)
    Mesin ini digunakan jahitan bordir untuk label atau emblem atau ornamen pada sebuah pakaian. Mesin ini mampu membuat jahitan bordir dengan ukuran yang bermacam-macam, seperti pada model product AMS-210EN-1306 (X=130mm, Y=60mm), AMS-210EN-1510 (X=150mm, Y=100mm), dan AMS-210EN-2210 (X=220mm, Y=100mm). Mesin bordir memiliki kecepatan kurang lebih 2800 sti/min. Tipe jarum yang digunakan adalah DP x 5 dan DP x 17.

    Sumber Gambar : Juki.co.jp | Model Product : AMS-210EN-1306
  7. Mesin Jahit Jeratan Buta (Blindstitcher Sewing Machine)
    Mesin ini dapat digunakan untuk menghasilkan jahitan dengan tipe jeratan rantai (kelas 103). Mesin digunakan untuk jahitan sum pada lipatan bawah, seperti celana panjang, rok, dan lain sebagainya.
    menjahit semua jenis kain dan memiliki kecepatan kurang lebih 2500 spm. Tipe jarum yang digunakan adalah LWx6T9.

    Sumber Gambar : Yamata.com | Model Product : FY-101
  8. Mesin Jahit Jeratan Rantai Ganda (Double Chainstitcher)
    Mesin ini digunakan untuk menjahit pakaian yang memerlukan kekuatan yang cukup tinggi, seperti jeans, kordorai, beludru, dan lain sebagainya. Mesin ini memiliki kecepatan kurang lebih 4500 rpm atau 5500 rpm. Tipe jarum yang digunakan adalah TV x 7 (atau dibeberapa referensi yang lain, jarum yang digunakan adalah TV x 5).

    Sumber Gambar : Juki.co.jp | Model Product : MH-481-5
  9. Mesin Jahit Lubang Kancing (Buttonholing Machine)
    Mesin ini digunakan untuk jahitan lubang kancing dengan berbagai ukuran yaitu 6,4 - 38,1 mm yang dilengkapi dengan pisau. Mesin ini memiliki kecepatan kurang lebih 3600 rpm. Tipe jarum yang digunakan adalah DP x 5

    Sumber Gambar : Juki.co.jp | Model Product : LBH-780
  10. Mesin Jahit Pasang Kancing (Shape Stitch Button Sewing Machine)
    Mesin ini digunakan untuk menjahit pasang kancing dengan berbagai variasi ukuran dan lubang mulai dari 10 - 28 mm. Jenis kancing yang dapat digunakan pada mesin ini adalah jenis shank button, wrapped around button, snap, label, metal button, stay button. Tipe jarum yang digunakan adalah TQ x 1 (atau dibeberapa referensi yang lain, jarum yang digunakan adalah DP x 17).

    Sumber Gambar : Juki.co.jp | Model Product : MB-1373
  11. Mesin Obras (Overlock Machine)
    Mesin ini digunakan untuk jahitan pengaman bahan dan mesin ini menggunakan jumlah jarum sebanyak 1, 2, 3, dan disesuaikan dengan keperluan. Mesin ini memiliki kecepatan kurang lebih 7000 rpm. Tipe jarum yang digunakan adalah DC x 27.

    Sumber Gambar : Juki.co.jp | Model Product : MO-6700S Series
Dari beberapa jenis mesin-mesin penjahitan di atas, tentu masih banyak model atau tipe mesin-mesin yang lain yang disesuaikan dengan kebutuhan suatu produk. Akan tetapi jenis-jenis di atas sudah mencakup secara umum kebutuhan yang ada pada suatu industri konveksi maupun industri garmen.