Minggu, 20 Januari 2013

Mengidentifikasi Mesin dan Alat Kerja Pekerjaan Pengepresan

Pengepresan dapat dijelaskan sebagai suatu proses melicinkan atau melekatkan kain keras pada bagian-bagian pakaian yang memerlukan pelapis (kain keras), atau dapat juga dijelaskan sebagai proses penyempurnaan pakaian pada proses produksi. Pengepresan memberikan pengaruh yang besar terhadap tampilan produksi pakaian untuk menghilangkan kerutan atau menghaluskan bekas-bekas lipatan yang tidak diinginkan untuk membuat lipatan-lipatan yang diinginkan sesuai dengan lekuk tubuh. Oleh karena itu, pengepresan dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu :
  • Under pressing, merupakan proses pengepresan selama pembuatan pakaian
  • Top pressing, merupakan proses pengepresan setelah pembuatan pakaian
Pada umumnya, proses pengepresan dilakukan dengan cara menyeterika dan memampat atau mengepres. Perbedaan antara proses penyeterikaan dengan pengepresan adalah dalam hal cara pengerjaan dan peralatan yang dipergunakan.

  1. Alat-Alat Pengepresan
    Pada proses mengerjakan pengepresan, setidaknya dibutuhkan alat-alat sebagai berikut :
    • Seterika Rumah Tangga (Seterika Biasa)
      Seterika rumah tangga digunakan untuk pengepresan kedua atau digunakan pada saat proses penjahitan berlangsung. Pengepresan dilakukan pada bagian-bagian pakaian yang sudah dijahit atau disambung, seperti badan belakang kemeja dengan bahu, sambungan lengan dengan manset (ploi atau lipit), dan saku kemeja.

      Tujuan penyeterikaan biasa ini adalah agar hasil lipitan tampak rapi dan licin. Oleh karena itu, diperlukan persiapan pada saat sebelum dan ketika melaksanakan proses penyeterikaan pada pakaian. Adapun persiapan yang dapat dilakukan sebelum melaksanakan proses penyeterikaan dengan menggunakan seterika rumah tangga ini adalah :
      1. Pada saat memegang kabel, tangan dalam keadaan kering
      2. Seterika diletakkan sesuai dengan tempatnya
      3. Hindarkan kabel listrik dari seterika pada kondisi panas
      Selanjutnya, beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat melaksanakan proses penyeterikaan, adalah :
      1. Melakukan uji coba dengan menggunakan sample bahan (lap) untuk mencoba panas yang dihasilkan oleh seterika, apabila kekuatan bahan diragukan.
      2. Mengatur penggunaan suhu seterika sesuai dengan bahan (kain) dan disesuaikan dengan petunjuk.
      3. Kain digosok menurut arah panjang kain dan tidak diperbolehkan untuk menarik atau merenggangkan kain di atas papan seterika.
      4. Apabila terdapat kerutan, lakukan penyeterikaan dari arah luar ke arah pangkal kerutan dengan cara tidak menekan kerutannya.
      5. Melakukan penyeterikaan pada bagian-bagian busana secara berurutan, mulai dari bagian yang kecil ke bagian yang besar (contoh : mulai dari menyeterika kelim, manset, kerah, lengan, bahu, badan depan, dan terakhir badan bagian belakang).
      6. Untuk bahan yang berwarna hitam atau tua, hendaknya penyeterikaan dilakukan dari bagian dalam dengan maksud untuk menghindarkan noda-noda kilau
    • Seterika uap
      Seterika uap biasa digunakan oleh industri garmen, karena memiliki mesin tenaga uap sendiri. Seterika uap mampu menghasilkan seterikaan yang lebih rapi dan tidak menimbulkan bekas-bekas putih atau efek mengkilap pada bahan yang diseterika.
    • Mesin Press/Nahkoda (Streamer)
      Mesin press ini digunakan untuk mengepres bagian-bagian pakaian yang menggunakan kain keras (pelapis). Mesin press terdiri atas beberapa macam dan disesuaikan dengan jenis penggunaannya. Adapun bentuk mesin press dapat ditunjukkan pada gambar di bawah ini

      Mesin Press Kerah


      Mesin Press Kerah Datar
      Mesin Press Bidang Datar Kapasitas Besar
    • Crocodile (Penjepit)
      Crocodile digunakan untuk menjepit lipatan (kemeja) yang sudah jadi di kedua sisi bagian atas lipatan. Tujuan dari penggunaan crocodile ini adalah agar lipatan pada kemeja tidak berubah bentuk.
      Crocodile
    • Meja Seterika atau Meja Press
      Meja seterika atau press digunakan agar proses penyeterikaan atau pengepresan tidak mengalami kendala atau hambatan dalam aktifitas kerja.
    • Bantalan Seterika dan Balok-Balok Kayu
      Bantalan seterika dibuat dalam berbagai bentuk dan digunakan untuk membentuk bagian-bagian pakaian, sedangkan balok-balok kayu digunakan untuk mematikan hasil seterikaan.
  2. Bahan-Bahan Penyeterikaan dan Pengepresan
    Selain membutuhkan peralatan yang digunakan untuk pengepresan, maka diperlukan pula bahan-bahan untuk proses penyeterikaan dan pengepresan. Adapun bahan-bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut :
    • Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengepresan pertama adalah potongan-potongan kain yang akan menggunakan kain keras (pelapis) seperti kerah, manset, lapisan luar tengah muka, dan bagian atas saku serta kain keras (pelapis) yang dipotong sesuai dengan pola, dan bagian-bagian busana yang berbentuk lipatan seperti lapisan dalam tengah muka kemeja, lapisan luar tepi lengan pendek dan lain sebagainya.
    • Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengepresan kedua adalah cetakan karton yang mempunyai ukuran yang sama dengan lipatan kemeja apabila di kemas. Bentuk dan ukuran karton disesuaikan dengan permintaan pemesanan.[]